Hero section image background

Peringati Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN RSUD

Selasa, 16 Juni 2026

Hari Peringatan Nasional dan Internasional

21

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Peringati Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN RSUD

Dalam rangka memperingati Hari Demam Berdarah Dengue (DBD) ASEAN, RSUD 
Jampangkulon mengajak seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Jampangkulon dan 
sekitarnya, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue 
(DBD) yang hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di 
Indonesia. 

DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan 
nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai 
dari anak-anak hingga orang dewasa, dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius apabila 
tidak ditangani dengan cepat dan tepat. 

Wilayah Jampangkulon dan sekitarnya memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang cukup 
tinggi pada waktu tertentu. Kondisi tersebut dapat menyebabkan terbentuknya genangan air 
di lingkungan rumah, kebun, saluran air, maupun tempat penampungan air yang menjadi 
lokasi ideal bagi nyamuk Aedes untuk berkembang biak. 

Selain itu, kepadatan permukiman dan kurang optimalnya pengelolaan lingkungan dapat 
meningkatkan risiko penyebaran DBD. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat dalam menjaga 
kebersihan lingkungan menjadi salah satu kunci utama pencegahan penyakit ini. 
DBD bukan sekadar demam biasa. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai dampak yang 
serius terhadap kesehatan apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis. 
Gejala yang umum ditemukan antara lain: 
• Demam tinggi mendadak hingga mencapai 39–40°C; 
• Sakit kepala berat; 
• Nyeri pada otot dan sendi; 
• Mual dan muntah; 
• Muncul bintik-bintik merah pada kulit; 
• Nyeri di belakang mata; 
• Tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga. 

Pada kondisi yang lebih berat, DBD dapat menyebabkan: 
• Penurunan jumlah trombosit secara signifikan; 
• Perdarahan pada gusi, hidung, atau organ tubuh lainnya; 
• Syok dengue akibat kebocoran plasma darah; 
• Gangguan fungsi organ; 
• Kematian apabila terlambat ditangani. 

Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa DBD merupakan penyakit yang memerlukan 
perhatian serius dan tidak boleh dianggap sepele. 
Apabila seseorang mengalami gejala yang mengarah pada DBD, segera lakukan pemeriksaan 
ke fasilitas kesehatan terdekat. Diagnosis dan pemantauan medis sangat penting untuk 
mengetahui kondisi pasien serta mencegah terjadinya komplikasi. 
Penanganan DBD umumnya meliputi: 
• Pemantauan kondisi klinis pasien; 
• Pemenuhan kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi; 
• Pemeriksaan laboratorium secara berkala, termasuk pemantauan trombosit; 
• Perawatan intensif apabila terjadi tanda-tanda syok atau komplikasi. 
RSUD Jampangkulon mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pengobatan sendiri 
tanpa konsultasi tenaga kesehatan apabila mengalami demam tinggi yang berlangsung 
beberapa hari. 

Pencegahan DBD dapat dilakukan dengan menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 
melalui gerakan 3M Plus, yaitu: 
• Menguras tempat penampungan air secara rutin; 
• Menutup rapat tempat penyimpanan air; 
• Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air. 
Sementara "Plus" meliputi: 
• Menggunakan obat anti nyamuk; 
• Memasang kawat kasa pada ventilasi; 
• Menanam tanaman pengusir nyamuk; 
• Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah; 
• Menjaga kebersihan lingkungan sekitar. 

Keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan, tetapi juga 
memerlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Upaya pencegahan yang dilakukan 
secara bersama-sama akan lebih efektif dalam mengurangi populasi nyamuk penyebab DBD. 

Masyarakat di wilayah Jampangkulon dan sekitarnya diharapkan dapat rutin melakukan 
pemeriksaan lingkungan rumah masing-masing, terutama setelah turun hujan, untuk 
memastikan tidak ada genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya 
nyamuk. 

Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, RSUD Jampangkulon 
terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat serta 
aktif melakukan edukasi mengenai pencegahan penyakit menular, termasuk Demam Berdarah 
Dengue. 

Melalui peringatan Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN ini, RSUD Jampangkulon mengajak 
seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, menjaga kebersihan lingkungan, dan 
segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah 
pada DBD. 

Mari bersama-sama mencegah Demam Berdarah Dengue demi mewujudkan masyarakat 
Jampangkulon yang lebih sehat, aman, dan produktif.

Penulis: Giffari El Shanizar